Teknik Pembenihan Clown fish

A. Pengadaan Induk
Induk yang digunakan dalam kegiatan pembenihan clown fish di Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut Gondol Bali berasal dari tangkapan nelayan di alam didaerah perairan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Calon induk tersebut di packing dengan menggunakan kantong plastik berlapis empat dan diantara lapisan tersebut diberi kertas koran yang gunanya untuk menutupi ikan agar tidak stres dalam perjalanan. Kantong plastik diisi 1/3 bagian dan sisanya diberi oksigen.
Tiap kantong plastik diisi dengan sepasang calon induk yang akan di budidayakan. Plastik yang berisi calon induk dimasukkan dalam steriofom dan disela-sela plastik diberi es batangan ukuran kecil yang berfungsi untuk menstabilkan suhu agar tidak naik secara signifikan saat pengangkutan. Harga induk clown fish dari perairan Sulawesi ini per ekor mencapai Rp 25.000.00 untuk yang matang gonad, untuk yang belum matang gonad lebih murah. Setelah induk sampai, induk diadaptasikan terlebih dahulu dengan cara memasukkan induk ke dalam bak sekaligus dengan kantung plastiknya selama kurang lebih 10 menit atau sampai suhu air di dalam kantung plastik sama dengan suhu air di bak agar ikan tidak stres. Hal ini sesuai dengan pernyataan Spott (1979) yang menyatakan ikan akan mengalami stres pada saat aklimatisasi pada kondisi lingkungan yang baru setelah penangkapan. Ikan yang sakit atau terluka di aklimatisasi dahulu dengan menggunakan beberapa bahan desinfektan seperti elbaju, formalin atau prefuran selama 1 jam dan dibiarkan pada bak aklimatisasi selama sekitar 7 hari dengan sistem air mengalir.

Proses adaptasi


B Seleksi Induk
Induk yang akan di budidayakan berasal dari tangkapan nelayan yang menggunakan jaring bukan hasil tangkapan yang menggunakan bahan kimia ( potas ). Ikan yang ditangkap dengan menggunakan bahan kimia mempunyai ketahanan tubuh yang rendah dan cepat mati jika dibandingkan dengan ikan yang ditangkap dengan jaring. Hal ini dapat di lihat dari kondisi fisiknya. Ikan yang ditangkap menggunakan potas, tubuhnya akan melepuh dan mengeluarkan lendir serta warna tubuhnya yang kelihatan pudar dan cenderung berenang di permukaan air dengan gerakan yang lamban kurang agresif dan hidupnya tidak bertahan lama karena dalam tubuhnya terdapat racun. Sedangkan ikan yang ditangkap dengan menggunakan jaring, kondisinya cenderung sehat dengan warna yang cerah dan bergerak agresif karena didalam tubuhnya tidak terdapat racun. Clown fish merupakan ikan hermaprodit protandri ( berubah dari jantan ke betina ). Induk jantan dan betina dapat dibedakan dari ukuran panjang tubuhnya. Induk jantan dewasa yang siap mijah mempunyai ukuran panjang 4-6 cm, dan pada ukuran 6 cm ada sebagian ikan yang telah berubah menjadi betina (lihat tabel 5). Ukuran clown fish mencapai betina dewasa panjang standart yaitu 8cm ( Wilkerson, 2003).

Ukuran panjang dan berat induk clown fish


Induk yang digunakan dalam pembenihan clown fish diBBRPBL ini berjumlah 38 pasang dan sebagian masih dalam tahap pemasangan atau penjodohan induk.

Induk betina matang gonad


C. Pemeliharaan Induk
Setiap satu pasang induk clown fish dipelihara dal;am akuarium kaca dengan ukuran 60x40x30 cm dan untuk lebih efektif pada bagian dasarnya tanpa diberi substrat apapun ( Setiawati, 2005 ). Akuarium dilengkapi dengan sistem sirkulasi air, terdapat inlet dan outlet dengan debit air sebesar 6 liter per menit, dan juga terdapat aerasi yang berasal dari blower. Induk diberi pakan pellet komersil merk NRD secara ad libitum atau sekenyangnya. Menurut Wilkerson (2003) clown fish juga dapat diberi pakan berupa ikan laut, udang, cumi, maupun jantung sapi yang diberi vitamin. Pemberian pakan dilakukan dua kali dalam sehari yaitu pagi pada pukul 07.30 WITA dan sore hari pukul 15.00 WITA. Pembersihan kotoran dan sisa makanan dilakukan dengan cara menyipon menggunakan selang. Penyiponan dilakukan tiga kali dalam seminggu pada pagi hari satu jam setelah pemberian pakan. Suhu air dikontrol setiap hari dengan menggunakan thermometer maksimum minimum untuk mengetahui perubahan suhu air dalam akuarium. Suhunya berkisar antara 25-28°C , salinitas air antara 34-35 ppt, pH antara 8,01-8,31 dan DO 5,1-5,5 ppm. Untuk parameter kualitas air yang lain dilakukan seminggu sekali setiap hari kamis dilakukan di Laboratorium kimia. (lihat tabel 6). Pada bagian tengah akuarium diberi substrat untuk menempelkan telur berupa segitiga yang terbuat dari beton.

Pakan buatan


Data Kualitas Air Bak Induk

D. Pemijahan Induk
Pemijahan clown fish dilakukan secara alami, pembuahan dilakukan diluar tubuh. Induk betina yang akan memijah mempunyai ciri-ciri perut buncit dan genetal papilanya menonjol berwarna merah dan kemudian berubah menjadi putih, sedangkan yang jantan agresif bergarak mengejar betina. Induk clown fish mulai membersihkan substrat (segitiga beton) untuk menempelkan telurnya. Pemijahan clown fish di daerah tropis dapat terjadi sepanjang tahun, pemijahannya hanya berlangsung beberapa hari selama bulan terang (Soehartono, 1985). Clown fish dapat memijah sekitar bulan purnama maupun pada bulan gelap sekitar 6 hari setelah atau sebelum bulan gelap ataupun purnama (Setiawati, 2005). Pemijahan dilakukan pada sore hari, betina menempelkan telurnya pada segitiga secara bertahap dengan posisi melingkar kemudihan diselingi pembuahan oleh jantan dengan mengeluarkan sperma. Selain pada segitiga beton yang telah disediakan, induk clown fish juga dapat menempelkan telurnya pada sudut akuarium.
Sepasang induk dapat dapat memijah secara terus menerus dengan selang waktu 7-34 hari sekali, dengan rata-rata jarak peneluran 9-15 hari atau 2-3 kali peneluran dalam satu bulan. Induk clown fish memelihara telurnya selama 6-8 hari dan telur banyak menetas pada hari ke 7 (Setiawati,2005). Rata-rata tiap induk clown fish menghasilkan 493 butir telur dalam sekali memijah dan tinggal 106 ekor yang mencapai ukuran 3 cm.

Induk memijah Induk memelihara telur

E. Penanganan Telur
Setelah terjadi pemijahan dan telur ditempelkan pada segitiga beton, maka telur dipelihara oleh induknya selama 6 hari. Pada hari ke 6 dilakukan pemanenen telur atau pemisahan telur dari substratnya. Pemisahan dilakukan dengan menggunakan pisau kecil atau cutter secara hati-hati pada bagian perekatnya, karena kalau menggores kulit telur akan mengakibatkan kerusakan pada telur. Telur yang telah terpisah dari substratnya diambil dengan menggunakan pipet dan dihitung secara manual. Telur yang telah dihitung dipindahkan kedalam bak penetasan yang terbuat dari fiber glass transparan berbentuk lingkaran berkapasitas 200 liter. Bak diisi air sampai volume 100 liter, telur dimasukan dan diberi aerasi kecil tanpa air mengalir. Setelah satu hari, telur akan menetas (D0) dan diberi makan berupa plankton Nannochloropsis sp. Telur yang rusak atau mati diambil dengan cara menyipon menggunakan pipet dan dihitung jumlahnya untuk mengetahui daya tetas (Hatching Rate). HR dihitung dengan menggunakan rumus:

pemijahan dan HR telur clown fish selama bulan agustus 2006


Dari data yang ada di atas dapat diketahui standard deviasi jumlah telur clown fish sebesar 244,29. Standard deviasi telur yang menetas 236,01 dan telur yang rusak sebesar 104,75. Daya tetas (HR) rata-rata dari telur clown fish sebesar 78,49%

Proses pelepasan telur dari substrat Kegiatan pengamatan di laboratorium,


Telur umur 4 hari Larva clown fish baru menetas

Sumber: Laporan Hazizah Wamnebo

~ oleh bangzabar pada Juli 28, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: