ETIKA DAN MORAL DALAM KEHIDUPAN MANUSIA

Etika
Adalah sebuah cabang ilmu filsafat yang membicarakan nilai dan moral yang menentukan perilaku seseorang/manusia dalam hidupnya.
Etika merupakan sebuah refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma moral yang menentukan dan terwujud dalam sikap serta pola perilaku hidup manusia, baik sebagai pribadi maupun sebagai kelompok.

Bertens, menyebutkan ada 3 (tiga) meliputi:
Etika dipakai dalam arti nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.
Etika berarti kumpulan asas atau nilai moral dalam hal ini adalah Kode Etik.
Etika mempunyai arti ilmu tentang baik dan buruk, benar dan salah. Etika dalam arti sebagai ilmu akan mempelajari cara manusia memperlakukan sesamanya serta apa arti hidup yang baik karena akan memperbanyak pada pandangan orang dalam mencari kebenarannya.

Moral
Moral kadang-kadang dipergunakan sebagai kata yang sama artinya dengan etika. Moral berasal dari kata latin Mores yaitu adat istiadat/kebiasaan, kelakuan, tabiat, watak, akhlak dan cara hidup. Moral adalah nilai-nilai atau norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.
Moral lebih sering digunakan untuk menunjukkan kode, tingkah laku dan adat kebiasaan dari individu atau kelompok.
Moral juga merupakan suatu hal yang mendorong manusia untuk melakukan tindakantindakan yang baik sebagai kewajiaban atau norma.
Moral dapat diartikan sebagai sarana untuk mengukur benar tidaknya suatu tindakan manusia.

Norma
Norma berarti ukuran, aturan dan kaidah bagi pertimbangan dan penilaian bersama dalam satu masyarakat yang telah tertanam dengan emosi mendalam.
Sesuatu hal yang telah diberi nilai dan berguna untuk diwujudkan dalam perbuatan maka akan menimbulkan ukuran perbuatan atau norma tindakan. Norma ini jika telah diterima oleh anggota masyarakat akan selalu mengandung sangsi dan penguatan, yaitu :
Jika tidak dilakukan sesuai dengan norma, maka hukumannya adalah celaan.
Jika dilakukan sesuai dengan norma, maka pujian, balas jasa dan sebagainya adalah imbalan.

Nilai (value)
Berarti berguna, mampu akan, berdaya, berlaku dan kuat. Pengertian nilai adalah kualitas suatu hal yang menjadikan hal itu dapat disukai, diinginkan, berguna, dihargai atau dapat menjadi objek kepentingan.

Menurut Paham Relativisme, nilai berkaitan dengan beberapa hal, antara lain:
Nilai bersifat relatif karena berhubungan preferensi (sikap,keinginan, ketidaksukaan, perasaan, selera, kecenderungan dan sebagainya) baik secara sosial dan pribadi, yang dikondisikan oleh lingkungan, kebudayaan atau keturunan.
Nilai berbeda dari suatu kebudayaan ke kebudayaan lainnya.
Penilaian seperti benar/salah, baik.buruk, tepat/tidak tepat, tidak dapat diterapkan padanya.

Menurut Steeman
Nilai adalah yang memberi makna kepada hidup, yang memberi kepada hidup ini titik tolak, isi dan tujuan. Nilai adalah sesuatu yang dijunjung tinggi, yang mewarnai dan menjiwai tindakan seseorang.

6 (enam) klasifikasi nilai, yaitu klasifikasi nilai yang didasarkan atas:

  1. Pengakuan, yaitu pengakuan subjek yang harus dimiliki oleh seseorang atau suatu kelompok. Misalnya nilai profesi, nilai kesukuan atau nilai kebangsaan.
  2. Objek yang dipermasalahkan, yaitu cara mengevaluasi suatu objek dengan berpedoman pada sifat tertentu objek yang dinilai, seperti manusia dinilai dari kecerdasannya, bangsa dinilai dari keadilan hukumnya.
  3. Keuntungan yang diperoleh, yaitu menurut keinginan, kebutuhan, kepentingan atau minat seseorang yang diwujudkan dalam kenyataan. Contohnya nilai ekonomi maka keuntungan yang akan diperoleh berupa produksi, kategori nilai moral, maka keuntungan yang diperoleh berupa kejujuran.
  4. Tujuan yang hendak dicapai, yaitu berdasarkan tipe tujuan tertentu sebagai reaksi keadaan yang dinilai.
  5. Hubungan antara pengemban nilai dengan keuntungan:
  6. Nilai yang berorientasi pada diri sendiri (nilai egosentris) yaitu dapat memperoleh keberhasilan dan ketentraman.

Nilai dengan orientasi pada orang lain, yaitu orientasi kelompok:
a. Nilai yang berorientasi pada keluarga hasilnya kebanggan keluarga.
b. Nilai yang berorientasi pada profesi hasilnya nama baik prrofesi.
c. Nilai yang berorientasi pada bangsa hasilnya nilai patriotisme.
d. Nilai yang berorientasi pada masyarakat hasilnya keadilan sosial.
6. Hubungan yang dihasilkan nilai itu sendiri dengan hal lain yang lebih baik, dimana nilai tertentu secara hierarkis lebih kecil dari nilai lainnya.

Nilai dipandang sangatlah penting bagi setiap manusia dalam hidupnya, akan tetapi tingkat kepentingannya tidaklah sama antara orang yang satu dengan yang lainnya. Itulah sebabnya nilai memiliki tingkatan-tingkatan (hirarki) berdasarkan pada kepentingannya.

Menurut Max Scheller, menyebutkan hierarki nilai terdiri dari:
1. Nilai kenikmatan, yaitu nilai yang mengenakkan atau tidak mengenakkan yang berhubungan dengan indra manusia sehingga menyebabkan manusia senang atau menderita.
2. Nilai kehidupan, yaitu nilai yang sangat penting bagi kehidupan manusia.
3. Nilai Kejiwaan, yaitu nilai yang tidak tergantung pada keadaan jasmani maupun lingkungan.
4. Nilai kerohanian, yaitu moralitas nilai dari yang suci dan tidak suci.

~ oleh bangzabar pada Agustus 19, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: