Jantung sebagai pompa

Jantung merupakan organ yang berdenyut, suatu pompa yang terdiri dari empat kamar, dua serambi (atrium) kanan dan kiri dan dua bilik(ventrikel) kanan dan kiri. Atrium berfungsi sebagai tempat lewatnya darah menuju ventrikel , tetapi atrium juga dapat memompa dengan lemah untuk membantu pergerakan darah dari atrium ke ventrikel. Ventrikel mensuplai tenaga utama yang mendorong darah ke paru-paru dan sistem peredaran darah tepi.Jantung terutama dibentuk oleh tiga jenis otot jantung, otot atrium,otot ventrium,otot ventrikel dan serabut-serabut otot perangsang dan penghantar khusus.

Fungsi atrium sebagai pompa. Darah dalam keadaan normal mengalir terus dari vena-vena besar ke dalam atrium, dan kira-kira 70 persen aliran ini langsung mengalir dari atrium ke ventrikel.Tetapi kemudian kontraksi atrium menyebabkan pengisian tambahan sebesar 30 persen. Oleh karena itu atrium berfungsi sederhana sebagai pompa primer yang meningkatkan efektifitas ventrikel kira-kira,30 persen. Jantung dapat terus bekerja dengan sangat memuaskan dalam keadaan istirahat normal mempunyai kemampuan memompa lebih dari 300 sampai 400 persen darah yang dibutuhkan oleh tubuh.

Fungsi ventrikel sebagai pompa. Setelah darah dari atrium masuk ventrikel, otomatis darah ventrikel juga terpompa keluar jantung dan masuk sirkulasi tubuh dan paru. Dengan kekuatan penuh otot jantung berhasil berkontraksi sempurna dan bisa diukur dengan istilah sistolik pada pengukuran tekanan darah. Ketika selesai kontraksi sempurna maka ruang jantung siap terisi darah lagi dengan berubah berelaksasi sempurna atau yang biasa disebut diastolik.

Sistem sirkulasi. Ketika darah dipompa keluar dari jantung, maka darah mengalir ke dua jurusan , yaitu ke paru-paru dan ke seluruh tubuh / sistemik. Darah yang berasal dari seluruh tubuh yang berkumpul di pembuluh darah vena besar masuk ke dalam atrium kanan kemudian ke ventrikel kanan, dipompa masuk ke paru-paru, setelah diparu-paru “dibersihkan” maka darah kembali masuk ke jantung menuju atrium kiri, ventrikel kiri dan ke seluruh tubuh untuk mensuplai makanan dan oksigen ke seluruh tubuh.

Volume darah dalam paru-paru kira-kira sebesar 9 persen dari volume darah total di dalam sistem sirkulasi. Dengan perkataan lain , pada manusia rata-rata, kedua paru-paru mengandung kira-kira mengandung 450 ml darah. Sekitar 70 ml ada dipembuluh darah tepi, dan sisanya sama terbagi di pembuluh vena dan arteri.

Paru-paru sebagai tempat penyimpan darah. Dalam berbagai keadaan normal ataupun sakit numlah darah dalam paru-paru dapat berubah-ubah dari sekecil 50 persen normal sampai setinggi 200 persen normal. Misalnya, ketika seseorang meniup udara demikian susah sehingga ia menimbualkan tekanan tinggidi dalam paru-parunya, seperti bila meniup terompet, sebanyak 250 ml darah dapat dikeluarkan dari sistem sirkulasi paru-paru ke dalam sirkulasi sistemik. Juga hilangnya darah dari sirkulasi sistemik karena perdarahan sebagian dapat dikompensasi oleh perpindahan darah secara otomatis dari paru-paru ke dalam pembuluh sistemik.

~ oleh bangzabar pada Desember 3, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: