Hello world!

•Maret 29, 2010 • 1 Komentar

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

PENANGANAN PASCA PANEN SUSU SAPI

•Februari 27, 2010 • 1 Komentar
Hal-hal yang diutarakan di atas mutlak dilakukan dalam menjaga kebersihan susu dan mencegah kerusakan yang lebih dini. Disamping upaya yang diutarakan diatas dapat pula dilakukan upaya yang lebih lanjut berupa pengawetan, yakni memproses susu agar tahan lebih lama dari kerusakan. Prows pengawetan dapat dilakukan melalui berbagai cara sebagai berikut
1). Pendinginan Susu.
Pendinginan susu bertujuan untuk menahan mikroba perusak susu agar jangan berkembang, sehingga susu tidak mengalami kerusakan dalam waktu yang relatif singkat. Pendinginan susu dapat dilakukan dengan memasukkan susu ke dalam cooling unit, lemari es ataupun freezer. Cara pendinginan susu dapat pula dilakukan secara sederhana, yakni meletakkan milk can ataupun wadah susu lainnya dalam air yang dingin dan mengalir terus. Cara sederhana ini biasanya dilakukan di daerah-daerah pegunungan yang berhawa sejuk.
2) Pemanasan Susu.
Pemanasan susu ataupun pemasakan susu dimaksudkan untuk membunuh mikroba perusak susu dan membunuh kuman-kuman yang terdapat pada susu yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Pemasakan susu dilakukan sampai mendidih dan kemudian disimpan pada tempat yang aman dan bersih. Pemanasan susu harus dilakukan secara hati -hati agar tidak hangus, sebaiknya ole si terlebih dahulu tempat atau wadah susu dengan mentega agar susu yang dimasak tidak hangus.
3). Pasteurisasi Susu
Pasteurisasi susu adalah pemanasan susu dibawah temperatur didih dengan maksud hanya membunuh kuman ataupun bakteri patogen, sedangkan sporanya masih dapat hidup. Ada 3 cara pasteurisasi yaitu
a. Pasteurisasi lama (law temperature, long time). Pemanasan susu dilakukan pada temperatur yang tidak begitu tinggi dengan waktu yang relatif lama (pada temperatur 62-65 °C selama 1/2 -1 jam).
b. Pasteurisasi singkat (High temperature, Short time). Pemanasan susu dilakukan pada temperatur tinggi dengan waktu yang relatif singkat (pada temperatur 85 – 95°C selama 1 – 2 menit saja).
c. Pasteurisasi dengan Ultra High Temperature (UHT). Pemasakan susu dilakukan pada temperatur tinggi yang segera didinginkan pada temperatur 10 °C (temperatur minimal untuk pertumbuhan bakteri susu). Pasteurisasi dengan UHT dapat pula dilakukan dengan memanaskan susu sambil diaduk dalam suatu panci pada suhu 81 °C selama± 1/2 jam dan dengan cepat didinginkan. Pendinginan dapat dilakukan dengan mencelupkan panci yang berisi susu tadi ke dalam bak air dingin yang airnya mengalir terns menerus.
 
4). Sterilisasi Susu.
Sterilisasi susu adalah proses pengawetan susu yang dilakukan dengan cara memanaskan susu sampai mencapai temperatur di atas titik didih, sehingga bakteri maupun kuman berikut sporanya akan mati semua. Pembuatan susu sterilisasi dapat dilakukan dengan cara :
1. Sistem UHT yaitu susu dipanaskan sampai suhu 137 °C – 140 °C selama 2 – 5 detik.
2. Mengemas susu dalam wadah hermetis kemudian memanaskannya pada suhu 110
°C – 121 °C selama 20 – 45 detik.

MENGIDENTIFIKASI PENYEBAB KONTAMINASI

•Februari 26, 2010 • 2 Komentar
Dalam penangana bahan baku pangan secara saniter, ada beberapa tahap tindakan yang harus dilakukan sebelum penanganan yang spesifik, hal-hal tersebut adalah sebagai berikut :
1. Diidentifikasi kontaminasi dan mikroba patogen yang mungkin terjadi pada bahan baku produk atau pangan olahan
2. Dilacak pola kontaminasi dan kerusakan selama pengolahan, penyimpanan dan umur simpan pada produk tertentu
3. Diidentifikasi faktor-faktor yang memungkinkan terjadinya kontaminasi
4. Hasil uji laboratorium yang digunakan untuk deteksi adanya kontaminasi dan faktor faktornya dianalisa dan diterapkan
Macam kontaminasi bahan baku pangan :
1. Kontaminasi biologis
2. Kontaminasi kimia
3. Kontaminasi fisik
a. Kontaminasi biologis
Bahaya biologis atau mikrobiologis terdiri dari parasit (protozoa dan cacing), virus, dan bakteri patogen yang dapat tumbuh dan berkembang di dalam bahan pangan, sehingga dapat menyebabkan infeksi dan keracunan pada manusia. Beberapa bakteri patogen juga dapat menghasilkan toksin (racun), sehingga jika toksin tersebut terkonsumsi oleh manusia dapat menyebabkan intoksikasi. Intoksikasi adalah kondisi dimana toksin sudah terbentuk di dalam makanan atau bahan pangan, sehingga merupakan keadaan yang lebih berbahaya. Sekalipun makanan atau bahan pangan sudah dipanaskan sebelum disantap, toksin yang sudah terbentuk masih tetap aktif dan bisa menyebabkan keracunan meski bakteri tersebut sudah didalammakanan.
b. Kontaminasi kimia.
Bahaya kimia pada umunya disebabkan oleh adanya bahan kimia yang dapat menimbulkan terjadinya intoksikasi. Bahan kimia penyebab keracunan diantaranya logam berat (timbal/Pb dan raksa/Hg). Cemaran-cemaran tersebut berasal dari cemaran industri, residu pestisida, hormon, dan antibiotika. Terbentuknya toksin akibat pertumbuhan dan perkembangan jamur atau kapang penghasil toksin juga termasuk dalam bahaya kimia. Beberapa jamur atau kapang penghasil toksin (mikotoksin) adalah Aspergillus sp., Penicllium sp., dan Fusarium sp., yang dapat menghasilkan aflatoksin, patulin, okratoksin, zearalenon, dan okratoksin.
c. Kontaminasi fisik
Bahaya fisik terdiri potongan kayu, batu, logam, rambut, dan kuku yang kemungkinan berasal dari bahan baku yang tercemar, peralatan yang telah aus, atau juga dari para pekerja pengolah makanan. Meskipun bahaya fisik tidak selalu menyebabkan terjadinya penyakit atau gangguan kesehatan, tetapi bahaya ini dapat sebagai pembawa atau carier bakteri-bakteri patogen dan tentunya dapat mengganggu nilai estetika makanan yang akan dikonsumsi.

PENANGANAN BAHAN BAKU PANGAN SECARA SANITER

•Februari 26, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar
Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah, yang diperuntukkan sebagai pangan bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan dan bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan dan atau pembuatan makanan atau minuman.
Bahan baku adalah segala macam bahan dari hasil pertanian ataupun yang lainnya yang menjadi komponen-komponen dasar dalam pengolahan pangan dan produk pangan. Sanitasi pangan adalah upaya pencegahan terhadap kemungkinan bertumbuh dan berkembangbiaknya jasad renik pembusuk dan patogen dalam makanan, minuman, peralatan,dan bangunan yang dapat merusak pangan dan membahayakan manusia. 
Diharapkan dengan adanya penerapan sanitasi ini akan diperoleh bahan pangan yang sehat dan aman. Keamanan Pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan fisik yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia
sanitasi yang higienis mulai dari pemilihan bahan baku sampai di outlet tempat penjualan produk perlu diperhatikan. Sanitasi ini mulai di pekerja harus yang bersih dan sehat, peralatan produksi dan penyajian, lingkungan produksi dan outlet harus terang dan bersih, terhindar dari binatang peliharaan dan binatang kotor. Saluran pembuangan limbah harus lancar dan terhindar dari kesan jorok dan terakhir haruslah menggunakan air bersih sesuai persyaratan dan tersedia dalam jumlah yang cukup.
Tujuan umum adalah menghasilkan pangan yang bermutu, aman dikonsumsi, dan sesuai dengan tuntutan konsumen baik konsumen domestik maupun intemasional. Tuiuan khusus adalah :
  1. memberikan prinsip-prinsip dasar dalam memproduksi pangan yang baik
  2. mengarahkan IRT agar dapat memenuhi berbagai persyaratan produksi yang baik seperti persyaratan lokasi, bangunan, dan fasilitas peralatan produksi, pengendalian hama, hygiene karyawan, pengendalian proses, dan pengawasan

SEJARAH MELAYU DALAM HIKAYAT RAJA PASAI

•Februari 23, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar
Dalam sejarah panjang Rantau Melayu, Aceh Darussalam telah menjadi pusat budaya Melayu dunia paling tidak sejak abad ke- 14 sampai dengan abad ke- 19. Karena itu, Aceh Darussalam adalah 4 serangkai pusat budaya Melayu yaitu Sriwijaya, Aceh, Melaka dan Riau.
Yang patut dicatat, masuknya Islam ke wilayah ini sesuai dengan sunahnya yaitu sebagai agama perdamaian, tanpa jalan kekerasan atau peperangan. Islam sangat bersesuaian dengan budaya orang Melayu, sehingga Islam masuk dan menyatu dalam semua tingkat strata masyarakatnya.
Budaya Melayu dan Islam telah menyatu padu ibarat air dangan buih, sehingga dapat dikatakan tidak diakui seseorang itu orang Melayu kalau tidak beragama Islam. Islam masuk pertama sekali di Kerajaan Aceh Darussalam. Dari sini Islam mekar dan tumbuh dengan subur hingga merambat ke seluruh wilayah rantau nusantara yang luas ini. Sampai setakat ini Aceh menyandang gelar keistimewaan yaitu Serambi Mekkah. Melayu-Aceh telah memilih dan memelihara Islam dengan semangat yang tidak lapuk oleh
hujan dan tidak lekang oleh panas. Sehingga Aceh merupakan satu-satunya daerah yang memakai hukum Allah yakni syariat Islam. Sementara negeri lain memakai hukum yang
dibuat oleh manusia, yang dapat diubah sesuai kehendak penguasa dan hawa nafsu.
Di Aceh pulalah lahir karyakarya besar terutama dalam bidang kesusasteraan. Salah satunya adalah Hikayat Raja Pasai—sampai setakat ini sangat sedikit peneliti Melayu yang mau mengangkat karya sastra lama—bandingkan dengan para peneliti Eropa yang berlomba-lomba mengkaji kekayaan kita ini—padahal inilah jati diri kita.
Dalam sejarah sastra Islam di nusantara Hikayat Raja Pasai— nantinya disingkat dengan (HRP) merupakan karya sastra bersifat sejarah tertua. Dalam naskah diceritakan peristiwa yang terjadi antara tahun 1250–1350 M. Zaman ini adalah masa pemerintahan Raja Mirah Silu yang kemudian masuk agama Islam dan menggantikan namanya dengan Malikul Saleh—seorang peneliti masalah Melayu W.O.Winstedt menyebutkan HRP adalah teks tertua yang ditulis sebelum tahun 1534 M. Setahu saya HRP merupakan satu-satunya peninggalan sejarah Melayu zaman Kerajaan Pasai yang ditemukan sampai saat ini.
Jika kita tinjau dari segi isi maka karya sastra ini dapat kita golongkan sebagai hikayat historical dan mythological. Pada awal HRP ini langsung dijelaskan oleh pengarang bahwa raja Melayu pertama masuk Islam adalah Raja Pasai. Hal ini merupakan bukti sejarah bahwa di Kerajaan Pasailah Islam pertama masuk baru kemudian menyebar ke seluruh nusantara; alkisah peri menyatakan ceritera raja yang pertama masuk agama Islam ini Pasai. Maka ada diceriterakan oleh orang yang empunya
ceritera ini, negeri yang dibawah angin ini Pasailah yang membawa iman akan Allah dan akan Rasul Allah.
Memang salah satu ciri sastra Melayu lama tidak lepas dari mitos namun hal ini tidak akan mengurangi nilai-nilai sejarah yang terkandung di dalamnya—secara teoritis.
Mitos dalam HRP merupakan suatu jalinan cerita yang menyatu dengan nilai-nilai lain sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Saling mempererat dan menambah nilai estetika. Adapun mitos yang menonjol adalah Merah Silu menahan lukah dan kena gelang-gelang yang direbusnya. Gelang-gelang itu menjadi emas dan buihnya menjadi perak…./ Merah Silu naik ke atas tanah tinggi itu maka dilihatnya semut sebesar kucing lalu dimakannya…/ Selain itu, mitos bercampur dengan sejarah dapat dilihat
pada penceritaan masuknya agama Islam; Rasulullah beginda bersabda pada segala sahabat, pada akhir zaman ada sebuah negeri di bawah angin, Samudera namanya. Apabila kamu dengar khabar negeri itu maka segera kamu pergi ke sana dan bawa isi negeri itu masuk Islam— tidak satupun referensi yang mendukung kebenaran teks—dalam
Islam sabda Rasullulah diriwayatkan dalam bentuk hadits.
Adapun kesucian negeri Samudera dilukiskan dengan Di negeri itu banyak wali Allah akan jadi; seorang fakir Ma’abari perlu dibawa. Sedangkan sejarah perjalanan Islam sehingga sampai di Samudera Pasai serta tokoh-tokoh yang menyebarkannya dapat dirunut dengan jelas; Syarif Mekah mengirim Syaikh Ismail dengan sebuah kapal dan segala perkakas kerajaan berlayar dan ia singgah di Ma’abari. Setelah sampai di Ma’abari, Syaikh Ismail berlabuh. Raja negeri, Sultan Muhammad, anak-cucu Abubakar as-Sidik, merajakan anaknya, memakai pakaian fakir dan ikut dengan kapal menuju Samudera. Pada mulanya mereka sampai di Fansur dan mengislamkan rakyat di sana. Kemudian mereka sampai di Lamiri dan rakyat di sanapun diislamkan. Sesudah itu mereka berlayar lagi dan sesampai di Haru mereka Islamkan orang di sana. Ketika
mereka bertanya dimana negeri Samudera, dijawab mereka telah lalu serta mereka balik kembali. Sesampai di Perlak mereka Islamkan pula orang di sana dan akhirnya mereka tiba di Samudera.
Selanjutnya HRP menceritakan pengislaman Merah Silu serta pengangkatan dirinya menjadi raja. Setelah masuk Islam namanya diganti dengan Sultan Malikul Saleh; setelah sampai di Samudera, Merah Silu diislamkan. Sesudah itu ia bermimpi Rasulullah menyuruh ngangakan mulutnya dan meludahi ke dalamnya. Ketika
terjaga diciumnya tubuhnya berbau narwastu. Setelah siang fakir naik ke darat membawa perkakas kerajaan dan Merah Silu dinamai Sultan Malikul- Saleh. …
Kalau kita simak peristiwa dalam HRP ini merupakan satu rentetan sejarah panjang dan kompleks serta mendetail. Sangat jarang kita temui karya sastra sejarah seperti ini di nusantara yang mencerita suatu peristiwa secara tuntas dan runut. Pada babak awal dikisahkan asal mula Merah Silu serta nama Samudera Pasai; ada Merah dua bersaudara diam dekat Pasangan. Asal mereka dari Gunung Sanggung, yang tua Merah
Caga namanya, yang muda Merah Silu…./ . Pada suatu hari Merah Silu pergi berburu dengan anjingnya Si Pasai yang menyalak tanah tinggi. Merah Silu naik ke atas tanah tinggi itu maka dilihatnya semut sebesar kucing lalu dimakannya. Pada tempat itu dibuatnya negeri yang dinamai Samudera, artinya semut besar.
Selain hal di atas, HRP juga menceritakan mengenai unsur-unsur legalisasi susunan keluarga yang memerintah, menyatakan asal-usul yang sakral keluarga tersebut serta
konflik yang terjadi antar mereka. Sepanjang cerita dalam HRP selalu temui konflik mulai dari awal hingga akhir cerita. Pada bagian awal konflik dimulai dengan suasana
yang menegangkan, yaitu kecemburuan Merah Caga terhadap adiknya Merah Silu.
Hal ini disebabkan karena Merah Silu menahan lukah dan mendapat gelang-gelang emas; Terdengar pada Merah Caga bahwa Merah Silu makan gelang-gelang, lalu ia marah hendak membunuh adiknya. Mendengar ini Merah Silu lari ke Rimba Jerun.
Merah Silu mengemasi orang di sana dan mereka mengikut katanya. Kemudian konflik antar keluarga kerajaan terus berlanjut pada generasi berikutnya; demikian halnya dengan Sultan Malikul-Mansur yang merampas gundik abangnya, demikian pula halnya dengan Sultan Ahmad yang cemburu terhadap putera-puteranya dan oleh sebab itu membunuh mereka.
Pada satu sisi konflik ini mempunyai fungsi didaktik. Raja yang zalim akan mendapatkan hukuman, negerinya musnah. Selain konflik antar sesama keluarga, Kerajaan Samudera Pasai juga mendapat serangan dari Kerajaan Majapahit— riwayat Putri Gemerincang, Putri Raja Majapahit yang jatuh cinta pada Tun Abdul Jalil, Putra Sultan Ahmad, dan Pasai dikalahkan oleh Majapahit.
Mungkin karena faktor-faktor di atas, A.H. Hill (1960)—seorang peneliti tentang kebudayaan Melayu yang berkebangsaan Eropa membagi HRP dalam tiga bagian; (1) Dari awal sejarah Pasai hingga dengan disebut Sultan Malikul Mahmud dan naiknya taktah Sultan Ahmad. (2) Kerajaan Sultan Ahmad dan riwayat putra Tun Beraim Bapa. (3) Riwayat Putri Gemerincang, Putri Raja Majapahit yang jatuh cinta pada Tun Abdul Jalil, Putra Sultan Ahmat, dan Pasai dikalahkan oleh Majapahit.
Teuku Iskandar dalam bukunya Kesusastraan Melayu Sepanjang Abad (1996) mengatakan kalau ditinjau dari isi maupun susunan tifografinya HRP mempunyai persamaanpersamaan
yang menyolok dalam pokok pembicaraan serta susunan ayatnya dengan Sejarah Melayu. HRP versi panjang diwakili oleh Raffles MS 67. Teks naskah ini diterbitkan dalam huruf Jawi oleh Edouard Dulaurier (Paris 1849) dan kemudian (1871). Terjemahan yang
lengkap dibuat oleh Aristide Marre (1874). Teks ini kemudiannya dirumikan oleh P.J.Meat (1914) dan oleh A.H.Hill (1960).
Dalam konteks kekinian apakah masih patut kita untuk berbangga kalau kita sendiri mulai meninggalkan akar budaya dan sejarah kita sendiri?***
Sumber: Modus Aceh

Rockers yang diterima masyarakat Atjeh

•Februari 21, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar
Rocker legendaris Indonesia, Achmad Albar sukses memukau ratusan penonton yang memadati ballroom Hotel Hermes Palace Banda Aceh, Sabtu malam (20/2). Ia membawakan lagu-lagu lawas miliknya yang menjadi hits dan tak lekang oleh waktu seperti Sudahlah Aku Pergi, Bis Kota, Syair Kehidupan, dan Panggung Sandiwara.
Kekuatan vokal lelaki kelahiran 16 Juli 1946 yang kini berusia 54 ini masih tetap prima. Hentakan musik yang mengiringi teriakan lantangnya saat menyanyikan lagu Bis Kota sontak merubah suasana menjadi hangat dan membuat penonton bersemangat. Apalagi saat ia merubah kata-kata Semut Hitam menjadi Sidom Itam yang disambut sorak dan aplus dari penonton.
Para undangan Tembang Album Kenangan terlihat sangat menikmati suguhan lagu-lagu yang dibawakan penuh vitalitas oleh pria yang akrab disapa Iye ini. Ahmad Albar tadi malam tampil bersama tiga penyanyi lain yang lagu-lagunya masyhur di era 1980-an. Obbie Mesakh yang tetap tampil segar menyanyikan lagu Kisah-Kasih di Sekolah, Dian Pishesha membawakan lagu aku Masih Seperti Yang Dulu dan Tak Ingin Sendiri. Sedang Christin Panjaitan Katakan Sejujurnya dan beberapa tembang lawas miliknya. Helmi Yahya, presenter papan atas nasional dengan piawai memandu acara menjadi hidup, seakan genap menuntaskan kerinduan fans di Aceh. Sebagian besar penonton yang terlihat adalah pejabat pemerintah dan rata-rata berusia paruh baya itu.
Suasana keakraban tampak nyata terlihat pada acara yang bersifat silaturahmi dan disiarkan secara langsung oleh TVRI Nasional yang dapat dinikmati oleh seluruh penonton di Indonesia. Para penyanyi ini kerap menyapa dan undangan Very Important People (VIP) yaitu Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar, Kapolda Aceh Irjen Pol Aditya Warman, dan unsur Muspida Aceh. Para penonton juga diajak ikut bernyanyi dan larut dalam suasana nostalgia era 80’an. Acara yang baru pertama kali digelar di Aceh ini ditutup dengan manis, seluruh bintang tamu menyanyikan lagu Tanoh Lon Sayang dengan lancar dan fasih.
Sumber: Serambi Indonesia

24 Jam Sebelum Wawancara Kerja

•Februari 21, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar
* Sehari sebelumnya
Cobalah untuk survei ke tempat wawancara. Hitung waktu yang ditempuh untuk mencapai tempat tersebut. Pelajari juga jalan-jalan yang terhindar dari kemacetan dan berbagai hambatan. Sehingga esoknya Anda dapat memperkirakan waktu dan jalan yang pas untuk perjalanan dan Anda tidak terlambat sampai di tempat tujuan.
* Malam sebelumnya
Pelajari daftar riwayat hidup atau curriculum vitae Anda. Cobalah berlatih wawancara dengan keluarga Anda. Ungkapkan keahlian dan ketrampilan Anda dengan suara yang jelas. Kalau perlu tuliskan ‘point-point’ penting tentang keahlian Anda di sehelai kertas kecil. Siapkan juga busana dan perlengkapan untuk wawancara esok hari, seperti sepatu, tas, ‘note book’, alat tulis, dll. Pilihlah busana yang paling netral dan sesuai dengan perusahaan yang mengundang Anda wawancara. Pastikan tidak ada satu hal pun yang tertinggal. Setelah semua telah dipersiapkan, segeralah tidur. Ingat, Anda membutuhkan energi yang cukup untuk sebuah wawancara maka jangan tidur terlalu larut!
* Pagi sebelumnya
Bangunlah lebih awal untuk mempersiapkan keberangkatan Anda. Jangan lupa mandi dan sarapan. Ingat, sarapan ini cukup penting karena berfungsi sebagai penyimpan energi mulai dari perjalanan sampai saat wawancara. Karena apa jadinya jika saat wawancara berlangsung kepala anda pusing dan perut mual karena perut kosong..? Sungguh sangat tidak nyaman bukan….?
* 10 menit sebelumnya
Setibanya di tempat tujuan, jangan lupa untuk ke toilet terlebih dahulu. Kadang memang Anda dilanda rasa ‘nervous’ yang berlebihan sehingga Anda ingin buang air kecil. Saat ke toilet sekaligus perhatikan dan rapihkan penampilan Anda. Setelah itu, sambil menunggu, simak obrolan orang yang sama-sama menunggu wawancara sekaligus mempelajari situasi dan apa saja kira-kira yang akan ditanyakan.
Dengan demikian ketika tiba giliran Anda untuk diwawancara, Anda tak perlu ragu dan grogi. Anda pun dapat lebih lancar menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Selamat mempersiapkan wawancara…